Menggilir Balikpapan

Bulan Ramadhan kali ini adalah bulan ramadhan kelima yang saya lewati di kota Balikpapan. Tak terasa memang. Waktu berlalu begitu cepat.

Dalam kurun waktu kurang lebih empat setengah tahun ini, Balikpapan mengalami perkembangan yang cukup pesat. Waktu saya pertama kali menginjakkan kaki di kota ini, kondisi lalu lintasnya belumlah sepadat sekarang.

Belum lagi pertokoan, pusat perbelanjaan, hotel2, rumah makan, dan sebagainya, yang jumlahnya terus bertambah dari hari ke hari. Kemudian pengembangan kawasan2 baru yang terus terjadi, baik itu kawasan untuk pemukiman maupun untuk industri dan perdagangan. Balikpapan memang sedang berkembang.

Sayangnya, pertumbuhan kota ini tidak dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai. Terutama listrik.

Kebutuhan listrik untuk sebuah kota yang sedang berkembang tentu saja makin besar, seiring dengan perkembangan kota dan banyaknya investor yang masuk ke kota ini. Tapi kenyataannya, keadaannya sekarang bisa dibilang justru sebaliknya. Seperti penyakit yang sudah kronis, pemadaman listrik seakan sudah menjadi rutinitas yang harus dialami sebagian besar warga kota ini. Penggiliran pemadaman listrik bahkan sudah sampai dijadwalkan dan diumumkan di koran2 lokal.

Contohnya saja kawasan rumah saya, yang mengalami pemadaman listrik dua hari sekali. Dan hari ini, hari sabtu, ketika saya justru menghabiskan waktu di rumah, giliran listrik rumah saya yang padam. Mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore! Untungnya (masih bisa merasa beruntung), listrik tidak padam malam hari.

Entah apa penyebab pastinya kenapa listrik di Balikpapan ini masih byar-pet seperti ini. Saya pernah mendengar kalau generator atau pembangkit listrik milik PLN sudah tidak memadai untuk melayani beban pemakaian yang kian besar. Kalau itu masalahnya, apakah solusinya tidak sesederhana dengan mengganti pembangkit dengan kapasitas yang lebih besar? Atau mungkin masalahnya memang lebih kompleks daripada itu?

Yang jelas, saat ini, lampu2 jalan di beberapa tempat sudah mulai tidak dinyalakan lagi. Mungkin untuk menghemat pemakaian beban listrik. Dan kelihatannya, kegelapan masih akan menyambangi dan menggilir Balikpapan sampai waktu yang cukup lama, apalagi kalau tidak ada usaha dari Pemerintah Kota sendiri untuk mengatasi masalah byar-pet-nya listrik ini.

4 thoughts on “Menggilir Balikpapan

  1. halah.. jangankan balikpapan, jakarta aja masih byar pet..
    wah.. asik tuh buat meditasi ato yoga..

    tarik nafaass.. rasakan angin yang berhembus disekeliling tubuh anda..

    …..

    zzzZZZZzzzz.. grookkk grookkkk grookkkk

  2. Hummm .. masih begitu juga ya mas Fisto. Liat sisi baiknya mas, setidaknya jadi tau kapan listrik di rumah bakalan pet, jadi bisa gak perlu mampir dulu deh, jalan2 aja kek ke mana hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s