Jalan-jalan ke Pulau Dewata

Bali sebenarnya bukan tempat yang asing buat saya. Empat tahun lamanya saya pernah tinggal di Denpasar. Ketika itu usia saya masih balita. Hanya sedikit kenangan yang terekam. Dari yang sedikit itu, saya paling ingat tentang keadaan rumah dinas orang tua saya, yang waktu itu sudah terlihat tua dan berkesan angker.

Tahun 1985, kami sekeluarga meninggalkan tanah Bali karena kepindahan tugas Ayah saya ke kota Palu, Sulawesi Tengah. Sejak saat itu, baru sekitar tahun 2001 saya sempat ke Bali lagi. Itupun hanya sehari, tak berkesan sama sekali.

Tanggal 20 Desember yang lalu, saya dan istri berwisata ke pulau Dewata. Ceritanya kita akan ber-honeymoon. Hehehe…Kami sudah memesan satu kamar untuk 3 malam di Ubud. Nama hotelnya Kamandalu Resort & Spa.

Penjemputan di bandara Ngurah Rai sudah diatur oleh pihak hotel. Kami langsung diantar menuju hotel dan tiba di Ubud sekitar jam 9 malam. Setelah makan malam dan membersihkan badan, kami langsung istirahat.

Esok harinya, agenda pertama kami adalah mendatangi pernikahan teman saya di Denpasar. Setelah mencari taksi sewaan di Ubud, kami langsung meluncur ke lokasi acara pernikahan teman saya. Tak sampai tengah hari, kami sudah sampai di sana. Setelah makan dan berfoto2, kami langsung berpamitan dan kembali ke hotel di Ubud.

Setelah berganti pakaian, kami segera bergegas menuju ke Ubud Central. Di sana kami mencari sewaan sepeda motor. Tarifnya cukup murah, hanya 50 ribu rupiah per hari. Sebuah sepeda motor otomatis jadi pilihan kami sebagai tunggangan selama 2 hari.

Dengan sepeda motor tersebut, kami meluncur ke tempat makan terkenal di Ubud. Apa lagi kalau bukan Bebek Bengil. Karena kelaparan dan kalap, kami langsung menyikat habis bebek goreng yang dihidangkan tersebut. Rasanya lumayan mak nyusss, walaupun agak mahal. Hehehe…Tapi tempat makan ini ramai sekali, sepertinya rugi kalau ke Ubud tapi tidak makan di Bebek Bengil. :p

Malamnya, kami berdua menikmati layanan spa dan pijat dari hotel. Lumayan, bisa menghilangkan penat dan membuat tubuh terasa bugar kembali. Siap untuk pertempuran malam. Hahaha…

Keesokan harinya, dengan bersepedamotor ria, kami berbelanja ke pasar Sukowati. Di sini kami menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk membeli bermacam2 oleh2. Setelah dirasa cukup, kami meneruskan perjalanan ke Kuta.

Berbekal rasa percaya diri dan bertanya sana sini, kami melalui perjalanan ke Kuta dengan keyakinan penuh tidak akan tersesat. Dan alhamdulillah, kami bisa sampai di Kuta dengan selamat tepat tengah hari ketika matahari sedang terik.

Kuta sangat ramai dengan orang dan kendaraan. Kami hanya berjalan2 sebentar di situ sebelum akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Tujuan pertama kami yang jelas adalah mencari tempat makan siang. Setelah berputar2 di sekitar Kuta dan Legian, di tengah2 jalanan yang macet, akhirnya kami memilih KFC sebagai tempat makan siang. Kembali ke asal…. :p

Setelah perut kenyang, dan tidak tahu harus kemana lagi, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Ubud saja.

Nah, masalahnya jalan pulang ternyata agak membingungkan. Kami terpaksa melewati jalan2 yang harusnya tidak perlu kami lewati. Bahkan, kami harus berurusan dengan Polisi yang sedang merazia kendaraan bermotor. Sialnya, SIM saya sudah kadaluarsa sehingga saya harus membayar uang tilang. Apes. :p

Di tengah sisa perjalanan, hujan deras sempat turun. Tapi dengan segala keteguhan hati, saya tetap nekat mengendarai motor. Untungnya istri saya mendukung2 saja. Hehehe. Dan untungnya lagi, hujannya tidak terlalu lama. Beberapa menit kemudian, langit sudah terang.

Selang setengah jam, akhirnya kami sampai kembali ke Ubud. Sesampai di hotel, kami segera buka baju buka celana berganti pakaian dan berenang di kolam renang. Sejuknya air kolam seakan mengusir penat setelah mengendarai sepeda motor dan menyejukkan kulit yang terbakar sengatan matahari.

Malamnya, sebuah makan malam bernuansa romantis telah disiapkan oleh pihak hotel. Makanannya komplit mulai dari makanan pembuka, makanan utama hingga hidangan penutup. Semuanya lezat2.

Esok paginya, kami sudah harus berkemas2 untuk meninggalkan hotel dan kembali ke Balikpapan. Rasanya walaupun hanya 3 malam, tapi pengalaman ke Ubud kali ini lumayan berkesan. Mungkin karena ini honeymoon ya. Hehehe…

Foto2 lengkapnya ada di sini.

2 thoughts on “Jalan-jalan ke Pulau Dewata

  1. waduh, bapak satu ini, hepi banget yah hanimunnya hehehe eh betewebuswayrunwayanyway, diaku ambil paket hanimun dari mana mas? ada referensi ga, sapatau aja saya minat hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.