Mendung yang Gelap dan Hujan yang Mengerikan, Panas yang Terik Menusuk Sampai ke Tulang

Saya sudah berada di Balikpapan lagi setelah seminggu belakangan saya melakukan perjalanan silaturahmi dengan istri ke keluarga2 di Jakarta dan Jogja. Selama perjalanan ini, satu hal yang terasa sangat ekstrim adalah cuaca.

Cuaca dalam seminggu ini benar2 tidak biasa. Selama saya di Jakarta, hujan deras turun beberapa kali mengguyur ibukota. Sesekali langit cerah, tapi dalam hitungan menit bisa berubah menjadi kumpulan awan mendung kelabu sebelum akhirnya menumpahkan air dari langit.

Ketika di Jogja, cuacanya pun cepat sekali berubah. Saat saya dan istri sampai di Jogja pada hari Rabu sore, udara cukup cerah walaupun sempat mendung sedikit. Keesokan siang harinya, ketika kami bersilaturahmi dan nyekar (ziarah) ke makam keluarga, matahari Jogja bersinar sangat terik. Udara pun terasa panas. Seperti sedang musim kemarau panjang. Langit biru bersih nyaris tanpa awan.

Tetapi malamnya, hujan deras dan angin kencang melanda Jogja. Karena malam itu, saya tidak kemana2, saya tidak tahu kalau ternyata hujan angin tersebut mengakibatkan banjir di beberapa bagian kota.

Siang ini, di Balikpapan, langit cerah, bahkan sangat cerah. Sinar matahari seperti menghujam bumi, sangat panas. Udara terasa lembab, membuat badan selalu berkeringat.

Sekarang ini, sembari menulis, baju dan celana saya sudah basah kuyup oleh keringat. Kebetulan AC di kamar belum berfungsi secara maksimal. 😦

Oh, kenapa bumi ini kian aneh perilakunya. Sesaat panas, sesaat kemudian hujan, kemudian panas lagi. Lalu, longsor terjadi dan banjir menyapu kota2 dan desa2. Belum lagi gempa bumi dan gunung meletus.

Mengapa ya Tuhan? Mengapa?…

3 thoughts on “Mendung yang Gelap dan Hujan yang Mengerikan, Panas yang Terik Menusuk Sampai ke Tulang

  1. ditempat saya sementara tinggal, akhir tahun yang biasanya dingin (-5 derajat) dan bersalju, menjadi kering dan lumayan hangat (4 derajat). justru di afghanistan sempat turun salju…

  2. itu sih,ac nya tnyata yg rusak..soalnya pas kluar kamar tnyata hawanya adem banget..huhu..but yeap,it must be the global warming..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s