The Sopranos dan Si Anggota Dewan yang Terhormat

The Sopranos adalah salah satu film seri favorit saya. Film yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi terkenal di Amerika ini cukup populer, bahkan sempat meraih beberapa penghargaan. Saat ini, di Amerika, film ini katanya sudah habis masa tayangnya. Tapi, di Asia atau Indonesia, The Sopranos masih bisa kita tonton lewat televisi berlangganan.

The Sopranos menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga gembong mafia asal Italia di Amerika. Kalau sudah pernah menonton film layar lebar trilogy The Godfather, nah kurang lebih karakter ceritanya mirip2 seperti itulah. Gangster abis deh pokoknya. Bisnis kotor, suap, perebutan kekuasaan, seks, pembunuhan, keluarga dan pasta. 😀

Tapi mungkin karena The Sopranos itu sebuah film seri yang dibuat hingga 6 season, kesannya lebih mendalam dan perasaan kita jadi lebih dekat dengan tokoh2nya. Lebih menohok sampai ke jantung istilahnya.

Oke, saya tak hendak menceritakan The Sopranos secara lebih detail. Kalau ingin menonton, silakan berlangganan televisi berbayar atau beli DVD-nya. Dijamin tidak rugi.

Saya selalu ingat film The Sopranos ketika membaca berita2 yang makin mengungkap tingkah polah seorang anggota DPR yang tertangkap tangan menerima suap beberapa waktu yang lalu. Saya membayangkan, sedikit banyak ada hal2 yang bisa dihubungkan antara kelakuan si anggota DPR ini dengan tokoh2 mafia dalam film ini.

Mari dikupas satu per satu. Yuuukk…

Bisnis kotor. Mafia atau gangster selalu identik dengan bisnis kotor atau cuci uang. Tony Soprano (tokoh utamanya) mempunyai beberapa legalized business sekaligus menjadi tempat untuk memutar uang hasil kejahatannya dari perampasan dan pemerasan.

Si anggota DPR ini mungkin tidak punya pub penari telanjang, tapi menggunakan jabatan untuk mendapatkan uang mestinya termasuk bisnis yang kotor juga. Bisa jadi si anggota DPR ini punya usaha sampingan yang dibiayai dari hasil penyalahgunaan kekuasaan dia juga, kan?

Suap. Penyuapan atau bribery terhadap aparat pemerintah sering dipertontonkan dalam film2 bertema mafia. Untuk menjalankan dan memperlancar bisnis mereka, para gangster itu mau tidak mau harus berusaha menyuap aparat.

Nah, untuk kasus si anggota DPR ini, dialah yang menjadi pihak yang disuap tersebut. Dan kelihatannya si anggota DPR ini sudah cukup berpengalaman dalam hal suap-menyuap. Terbukti dari kutipan percakapan yang disadap oleh KPK, si anggota DPR fasih sekali melakukan tawar menawar jumlah “uang saku” yang ingin dia terima.

Perebutan kekuasaan. Gangster itu ibarat kerajaan2 dengan pasukan perang yang saling menaklukan kerajaan lain. Tak terkecuali dengan keluarga Soprano. Untuk menjadi yang terkuat di antara keluarga2 mafia yang ada, satu keluarga harus merebut kekuasaan dari keluarga yang lain.

Di negeri kita, menjadi anggota DPR itu berarti memegang kekuasaan. Saya bisa bayangkan ada sekian banyak proyek pembangunan bernilai trilyunan dan mungkin sebagian besar proyek tersebut harus menganggarkan dana sekian persen untuk upeti kepada para anggota Dewan yang terhormat ataupun pejabat pemerintah. Dan itu mestinya sudah dikapling2 atau bagi2 jatah. Artinya, mungkin terjadi perebutan jatah proyek antar anggota DPR atau pejabat pemerintah. Si anggota DPR yang tertangkap itu salah satu contohnya.

Seks. Hohoho, kalau yang ini kelihatannya tidak bisa dipisahkan dengan kekuasaan dan uang. Dalam The Sopranos, masing2 anggota ganster yang sudah menikah, biasanya mempunyai perempuan simpanan yang disebut sebagai goomah.

Pada kasus si anggota DPR ini, selain istri yang cantik dan penyanyi dangdut tenar, masih ada perempuan2 yang siap menemani kalau ada kunjungan kerja ke daerah2 atau proyek2. Atau mungkin kita masih ingat kasus terbongkarnya hubungan gelap salah seorang anggota DPR yang lain dengan seorang wanita gara2 video mesumnya beredar di internet.

Kesimpulannya, menyaksikan kelakuan para pejabat sekarang menjadi seolah2 menonton film The Sopranos. Eh, apa terbalik ya…? 😀

Advertisements

10 thoughts on “The Sopranos dan Si Anggota Dewan yang Terhormat

  1. Mereka memang mafia.
    Kalo Sopranos daerah kekuasaannya terbatas pada suatu daerah. Kalo mafia ini, kekuasannya seluruh Indonesia.

  2. 1. Makanya udah pas banget deh istrinya nyanyiin jatuh bangun dan jatuh bangun lagi…
    2.Kontradiktif banget ya, antara nama dan kelakuan

  3. Klu praktek suap menyuap,..korupsi dan lainnya yang terjadi di Indonesia di filmkan seperti The Sopranos,….bisa ga habis-habis episodenya,…. akhirnya yang nonton jadi bosan sampai muntah darah ,…
    btw salam kenal

  4. Fis kalo, gambar seronoknya ga ikut dimuat,kayaknya ga akan mengurangi esensi tulisan lu deh, menurut gw sich.

  5. sopranos memang bagus. Tapi ceritanya terlalu lambat. Gue ampe bosen nontonnya.

    dah beli 5 sesion sekitar 1 thn yg lalu, baru abis session ke 3. Sisanya males ditonton… kelamaan ceritanya.

    btw, nice blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s