Level Kita Memang Masih Segini

Dulu, saya sebal sekali dengan iklan Sutrisno Bachir si Ketua Umum PAN dengan slogan ‘Hidup adalah Perbuatan’. Sampai sekarang pun masih sebal. Dulu saya tak habis pikir kenapa sih ini orang narsis banget, buang2 uang hanya untuk beriklan dan berbicara di awang2 hanya untuk memperkenalkan diri ke publik. Uang milyaran itu kan bisa disalurkan ke hal2 yang lebih berguna.

Tapi, dengan makin banyak dan maraknya iklan politik di televisi dan media massa lainnya, lama2 saya pun mulai memahami kenapa para politisi tersebut perlu beriklan. Masalah berderma ke jutaan rakyat yang sedang kesusahan mungkin ada dalam tataran dunia yang lain. Ini masalah pikat memikat rakyat, mau berhasil atau tidak. Ini bukan masalah perut rakyat.

Lama2 saya jadi maklum, inilah wajah bangsa kita, wajah perpolitikan negeri ini.

Banyak yang ‘terjun bebas’ ke arena politik ini tanpa punya bekal yang memadai. Maka para artis, selebritas dan tokoh2 yang sudah populer sekarang berlomba2 terjun menjajal peruntungan menjadi caleg. Sebaliknya pun demikian, partai2 berebutan merekrut mereka untuk mendongkrak perolehan suara dalam pemilu nanti.

Masalah kualitas? Itu nanti sajalah, tidak terlalu penting. Urutan ke-sekian.

Kalau punya banyak uang, silakan saja membuat partai baru ataupun memimpin sebuah partai. Semuanya bisa diatur dengan uang. Mau posisi di partai pun bisa dibeli dengan uang. Bahkan, untuk memacu prestasi kader pun, ada yang tak segan2 mengiming2i dengan uang milyaran rupiah kalau ada kader yang meraup suara terbanyak dari pemilu nanti.

Ya memang masih beginilah kondisi bangsa ini, masih dalam proses pembelajaran, yang entah kapan akan terlihat membaik.

Jangan harap dulu ada pemimpin bangsa sekaliber Nelson Mandela, butuh perjuangan bertahun2 untuk jadi seperti beliau.

Atau jangan harap kita bisa punya calon pemimpin muda bak Barrack Obama dalam waktu dekat. Butuh proses bertahun2 untuk bisa menjadi seperti seorang Obama.

Jangan harap dulu kita bisa mendengar pidato sekelas The Audacity of Hope di munas partai-partai atau di DPR. Pidato tokoh2 kita masih belum berisi dan melayang di langit.

Kita masih harus belajar, sadar dan jujur. Level kita memang masih segini saja. 😦

5 thoughts on “Level Kita Memang Masih Segini

  1. untuk upgrade level nampaknya masih perlu perjuangan panjang Kang, ibarat sebuah games, politik : “tidak ada musuh yang abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi”…… 🙂

  2. setuju Pak Fisto..
    Kita terlalu jauh kalo membandingkan dengan negara maju. Situasi politik Indonesia masih lumayan dibandingkan Thailand. Sama Malaysia pun menurutku masih mendingan.
    Indonesia masih belajar cara berpolitik yang baik. Indonesia masih belajar bagaimana kapitalisme dan globalisasi bekerja.
    Orang yang paham masih sedikit (seperti Pak Fisto sendiri). Tapi 90% rakyat Indonesia masih belum paham.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s