Pemilihan Presiden Satu Kali Saja

Rupanya partai2 politik memang bekerja cepat usai pemilu legislatif dilaksanakan. Kontak mengontak dan saling mengunjungi sudah mulai dilakukan. Tujuannya jelas, yaitu membentuk bangunan kerjasama dalam menyambut pemilihan presiden yang kurang lebih 2 bulan lagi akan dilaksanakan.

Jusuf Kalla dan Partai Golkar-nya yang tadinya percaya diri akan mengusung calon presiden sendiri, kini mulai goyah dan gamang. Gara2 perolehan suara yang seret, gelagat untuk mengurungkan niat dalam mendukung capres dari kader Golkar sendiri makin kentara.

Mereka mencoba realistis, tak mungkin maju melawan SBY dengan perolehan Partai Demokrat yang demikian moncernya. Tadinya Jusuf Kalla digadang2 bakal menjadi pesaing Susilo Bambang Yudhoyono dalam pilpres mendatang, namun kini beberapa penggede partai pohon beringin tersebut malah mengisyaratkan akan ‘rujuk’ kembali kembali dengan SBY dan Partai Demokrat. Bahkan, ada beberapa pihak yang berucap bahwa duet SBY – JK itu sangat mungkin diwujudkan kembali untuk memimpin bangsa ini 5 tahun ke depan.

Sebagai partai yang sudah puluhan tahun menguasai negara ini, rasanya akan sulit bagi Golkar untuk menjadi oposisi di parlemen. Dan saat ini Golkar melihat bahwa kans SBY untuk menjadi presiden kembali sangat besar. Itu sebabnya kecenderungan Golkar adalah merapat ke SBY, bukan ke PDI-P.

Partai2 lain yang semakin jelas merapat ke Partai Demokrat adalah PKS dan PPP. Sedangkan PAN dan PKB saya belum dengar kabar2nya akan merapat ke mana. Kemungkinan besar akan mengikuti jejak PKS dan PPP. Kalau ini terjadi, artinya bisa dibilang kalau pencalonan SBY telah didukung separuh dari partai2 yang (kemungkinan besar) lolos ke senayan.

Di kubu lain, PDI-P sampai saat ini masih keukeu akan mengusung Megawati sebagai calon presiden. Saat ini, Wiranto dan Partai Hanura kelihatannya akan merapat ke kubu Megawati. Begitu pula dengan Prabowo serta Partai Gerindra-nya. Walaupun ujung2nya belum dapat dipastikan siapakah yang akan dicalonkan sebagai capres: tetap Megawati atau ada calon alternatif lain, namun koalisi ketiga partai itu sangat feasible dan lebih nyambung chemistry-nya. Ketiganya sama2 partai yang saat ini lebih pas menjadi oposisi di parlemen maupun terhadap pemerintahan.

Kalau benar skenario di atas terjadi, artinya hanya akan ada 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden saja yang akan bertarung di laga pemilihan presiden bulan Juni mendatang. Dan itu artinya bangsa ini hanya butuh satu tahap saja untuk memilih pemimpin negeri ini untuk 5 tahun ke depan.

2 thoughts on “Pemilihan Presiden Satu Kali Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s