review: Steve Jobs biography by walter isaacson

Saya tak bisa menulis banyak tentang buku biografi Steve Jobs yang ditulis oleh Walter Isaacson. Bukan karena buku yang terdiri atas 42 bab ini jelek, namun karena saya memang kurang bisa menulis sebuah review.

Saya sudah membaca 2 buku tentang Steve Jobs sebelumnya: The Steve Jobs Way: iLeadership for a New Generation tulisan Jay Elliot dan Inside Steve’s Brain karya Leander Kahney. Menurut saya keduanya adalah buku yang cukup bagus, namun buku tulisan Walter Isaacson ini jauh lebih detail, lebih jujur dan lebih personal karena Isaacson benar-benar melakukan wawancara dengan banyak orang yang tahu dan pernah dekat dengan Steve Jobs sejak masa kecil hingga saat-saat terakhir hidupnya.

Sifat temperamental Jobs adalah rahasia umum. Tapi dari buku inilah saya menjadi tahu dari mana sifatnya itu berakar dan bagaimana perangainya yang kasar, keras dan kadang brutal itu selalu menempel pada dirinya sepanjang hidup. Jobs diceritakan sebagai orang yang begitu emosionalnya hingga seringkali dia menangis sejadi-jadinya jika marah besar ataupun sedang terlibat pertengkaran dengan orang lain.

Tadinya saya kira setelah menikah, Jobs berubah menjadi seorang family man yang dekat dengan keluarganya. Ternyata hal ini tak sepenuhnya benar juga. Jobs mungkin sangat menyayangi dan bangga terhadap anak lelaki pertamanya, Reed. Namun terhadap anak-anak perempuannya – Lisa, Erin dan Even -, Jobs tak begitu dekat. Hubungan dengan istrinya, Laurene Powell, pun naik dan turun. Untungnya Lauren adalah perempuan yang kuat dan cerdas, sehingga mampu menghadapi sifat keras dan kasar Jobs sekaligus menjadi penyeimbang dalam keluarga mereka.

Di luar sifat temperamentalnya itu, seorang Steve Jobs adalah pribadi yang sensitif dan genius. Dia adalah seorang perfeksionis sejati yang tak mengenal kata kompromi. Hal ini terefleksikan dari produk-produk yang dihasilkan oleh Apple, sejak dari komputer Apple yang pertama hingga iPad. Semuanya adalah buah persistensi Jobs terhadap kesempurnaan yang elegan.

Sifat perfeksionis Jobs tak hanya terbatas kepada produk, namun juga kepada manusia. Dalam memilih para pegawainya, Jobs selalu mencari apa yang dia sebut sebagai A player atau orang-orang yang terbaik di bidangnya. Dia tak mau memilih B player, karena menurutnya para A player hanya akan bisa bekerja dengan sesama A player untuk menghasilkan output yang terbaik.

Jobs adalah seorang negosiator yang ulung dan dia bukanlah orang yang mudah berkompromi. Dia seorang yang sangat pandai berargumen dan dia juga seorang pemasar yang handal. Dia belajar menatap mata orang lain tanpa berkedip sedari muda dan siapa pun lawan bicaranya pasti akan ditatapnya dengan tajam. Kebiasaan favoritnya adalah mengajak lawan bicaranya berjalan kaki sambil mengobrol, kadang hingga berjam-jam lamanya.

Kebiasaan Jobs yang lain sewaktu masih muda adalah puasa dan diet yang sangat ekstrim. Berhari-hari, Jobs mampu bertahan hidup hanya dengan makan buah-buahan dan sayur. Jobs bahkan yakin, karena dietnya ini dia tak perlu sering mandi dan hal ini sempat membuat rekan-rekan kerjanya komplain karena bau badan Jobs yang hanya mandi seminggu sekali.

Kebiasaan jarang mandinya mungkin sudah jauh berkurang sejalan dengan bertambah usianya. Tapi diet ketatnya tetap dijalani hingga hari-hari terakhir hidupnya. Bahkan dietnya tersebut berkontribusi terhadap ketidakseimbangan hormon dan protein di tubuh Jobs selama dirinya berjuang melawan kanker.

Mengenai sakitnya, terungkap bahwa Jobs sempat mengabaikan saran dokter untuk segera menjalani operasi pengangkatan tumor di pankreasnya. Sembilan bulan setelah diagnosa pertamanya, Jobs akhirnya bersedia dioperasi setelah tumornya sudah mulai menyebar. Di kemudian hari, Jobs menyesali keputusannya untuk menunda waktu operasinya ini.

Buku biografi ini dengan gamblang menggambarkan sosok Steve Jobs sebagai pribadi yang sangat kompleks. Tapi dari pribadi yang kompleks tersebut, kita bisa mengikuti kisah di balik lahirnya produk-produk legendaris seperti Apple II, iMac, iPod, iPhone, iPad dan tentunya produk yang paling dia banggakan: perusahaan Apple.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s