conclusions from 3 kindle fire reviews

Dari review tentang Kindle Fire oleh David Pogue (NY Times), John Topolsky (The Verge) dan John Phillips (Wired), sudah bisa ditarik kesimpulan sebagai berikut: –

  • Layar Kindle Fire (7 inci) dianggap terlalu kecil, terutama jika digunakan untuk membaca majalah.
  • Tidak ada hard buttons semacam tombol volume ataupun tombol home. Fungsi-fungsi dasar seperti memperbesar/mengecilkan volume suara ataupun kembali ke halaman home harus dilakukan melalui layar sentuhnya.
  • Dengan prosesor TI OMAP dual-core CPU clocked to 1GHz dan 512MB of RAM, ternyata Kindle Fire masih dirasa kurang cepat dan responsif.
  • Penyimpanan sebesar 8GB dan seperti halnya iPad, Kindle Fire tak dilengkapi dengan slot untuk sarana penyimpanan tambahan.
  • Kindle Fire hanya bisa mengakses jaringan internet melalui Wi-fi. Belum mendukung 3G, tak ada bluetooth or maupun GPS. Fire juga tidak dilengkapi dengan kamera.
  • Daya tahan batera ternyata kurang memuaskan untuk ukuran tablet, yaitu kurang dari 8 jam dalam keadaan stand by.
  • Silk,  peramban yang digembar-gemborkan saat peluncuran perdana Kindle Fire beberapa minggu yang lalu, ternyata tidak terlalu cepat dan responsif. Bahkan, jika dibandingkan dengan peramban yang ada di iPad 2 ataupun Galaxy Tab 10.1, Kindle Fire terasa seperti peramban biasa saja.
  • Definitely not an ipad killer. It’s very cheap but it’s not perfect.

Dengan harga sebegitu murahnya untuk ukuran tablet, saya pikir banyak orang yang akan membelinya terutama karena menjelang musim liburan di Amerika Serikat sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s