Berlibur ke Albany

Weekend yang lalu, kami sekeluarga berlibur ke Albany, sebuah kota kecil nan tenang dan nyaman di selatan Western Australia. Jaraknya sekitar 400 kilometer dari Perth dan kami menempuh perjalanan ke sana melalui jalan darat selama kurang lebih 4.5 jam. Lokasinya terletak di tepian sebuah teluk atau bay dengan panorama pantai yang sangat indah.

Albany merupakan kota pertama yang didirikan oleh orang-orang Eropa di Western Australia. Usianya sekitar 3 tahun lebih tua daripada ibukota negara bagian, Perth. Suasana kota lamanya masih sangat terasa karena banyak bangunan tua yang masih dijaga keasliannya. Apalagi kalau saya perhatikan, di Albany ini banyak orang-orang sepuhnya sehingga kesan saya kota ini seperti kota pensiunan. 🙂

Karena kami hanya menginap 2 malam, tidak terlalu banyak tempat yang bisa kami singgahi. Pada hari pertama (hari Jumat), setengah hari sudah kami habiskan dalam perjalanan dari Perth ke Albany. Setibanya di Albany sekitar pukul 2 siang, kami hanya sempat beristirahat sebentar untuk kemudian berjalan-jalan saja di pusat kota. Sorenya kami makan malam di sebuah kedai makan Asia.

Keesokan paginya, kami mengunjungi Farmers Market yang hanya buka setiap hari Sabtu dari pukul 8 hingga 12 siang. Kebetulan lokasi pasar mingguan tersebut hanya berseberangan jalan dengan apartment tempat kami menginap. Albany Farmers Market menyediakan berbagai macam buah dan sayuran segar yang langsung dijual oleh para petaninya. Ada juga beberapa kios yang menjual roti atau bunga segar.

Setelah dari Farmers Market, sekitar pukul 10 pagi kami menuju ke pantai Little Beach yang berada di kawasan cagar alam Two Peoples. Pemandangan di pantai ini spektakuler sekali. Ombaknya biru sebiru-birunya. Pasirnya putih seputih-putihnya. Dan herannya pantai ini sepi sekali, hampir tak ada pengunjungnya! Karena tak siap dengan menyebur, kami hanya menikmati panorama pantai yang luar biasa ini.

Dari situ, kami menuju ke sebuah peternakan kecil di mana anak-anak bisa memberi makan hewan-hewan peliharaan. Ya biasalah, ini atas permintaan anak saya si Luna. Di sini tak ada yang luar biasa. 🙂

Kemudian setelah makan siang di sebuah rumah makan Fish and Chips, kami melanjutkan perjalanan ke Western Australia Museum. Banyak informasi bersejarah tentang Albany yang bisa ditemui di tempat ini. Terlalu panjang kalau ditulis di sini, tapi intinya sangat membuka wawasan tentang sejarah suku Aborigin dan interaksinya dengan orang-orang Eropa yang datang ke sini.

Sorenya kami pergi ke Wind Farm, sebutan untuk area pembangkit listrik tenaga angin. Di sini kami menyaksikan 12 menara angin yang menggerakan turbin untuk menghasilkan listrik sebesar 21.6MW. Listrik hijau ini digunakan untuk menghidupi Albany dan sekitarnya. Merinding juga rasanya waktu melihat kincir angin raksasa dengan tinggi 65 meter dan panjang masing-masing blade 35 meter ini berputar kencang ditiup angin.

Keesokan harinya, kami pulang kembali ke Perth dengan rute mampir ke Denmark, sebuah kota kecil lain yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Albany. Di Denmark ini sebenarnya banyak yang bisa dilihat, namun karena keterbatasan waktu, kami akhirnya berkunjung (lagi) ke sebuah peternakan kecil di mana anak-anak bisa memberikan makan hewan. Iya, pesanan si Luna juga. 🙂

Selepas makan siang, kami langsung meneruskan perjalanan pulang ke Perth dan alhamdulillah tiba di rumah dengan selamat tepat di saat maghrib.

Berikut beberapa foto yang diambil dari perjalanan kemarin.

Semua foto diambil dengan menggunakan Leica M8 dengan lensa 35mm F/2.0 ASPH.

One thought on “Berlibur ke Albany

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s