Review: Vespa S 150ie

Ini adalah review dari seorang pengguna yang awam terhadap urusan mesin, khususnya mesin Vespa. Yang saya tahu, mesin Vespa S 150ie ini berkapasitas 150cc dengan sistem injeksi dan transmisi otomatis. Itu saja. 😀

Saya membeli Vespa tipe S ini sekitar 3 bulan yang lalu di Pekanbaru. Saat itu, tipe S ini baru mulai dipasarkan di Indonesia dan Pekanbaru belum mendapatkan jatah satu unit pun. Alhasil saya harus membayar uang inden dan menunggu selama beberapa minggu sampai ada unit yang datang dan STNK diterbitkan.

Body dan warna

Kesan yang lebih sporty dari tipe S ini ditunjukkan melalui lampu depan dan kaca spion berbentuk kotak serta aksen yang lebih macho pada beberapa bagian di body-nya. Pada tipe LX, bentuk lampu dan kaca spion adalah bundar.

Di bawah setir, ada semacam rak kecil terbuka yang bisa digunakan untuk menaruh handphone atau barang-barang kecil lainnya. Menurut saya, keberadaan rak ini cukup membantu dan sangat praktis terutama untuk meletakkan barang-barang kecil ketika saya sedang mengendarai Vespa tersebut. Pada tipe LX, rak ini diberi tutup dan kunci.

Saya memilih warna merah terang di antara beberapa pilihan warna yang tersedia untuk tipe S ini. Tentu pilihan warna merah ini merupakan hasil diskusi dengan istri saya. Alasannya, supaya tidak sama dengan warna mobil kami, yaitu putih. Dengan warna seperti itu, tentunya Vespa ini sering menjadi pusat perhatian di jalanan. Tapi mungkin itu hanya perasaan saya saja. 😀

Dashboard

Dashboard tipe S terdiri dari speedometer, indikator bahan bakar, penanda lampu sein, penanda lampu jauh, jam digital dan ada satu lampu lagi yang menyala setiap kali kita menyalakan kunci kontak. Semua indikator tersebut cukup mudah dibaca baik pada siang hari maupun malam hari. Desain dashboard juga bernuansa sporty dengan aksen kotak.

Mesin

Well, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya tidak terlalu mengerti tentang permesinan Vespa. Namun sebagai seorang pengguna, saya merasa mesin Vespa tipe S ini cukup bagus tarikannya. Getaran dan bunyinya mungkin tak terlalu halus, tapi masih dalam batas nyaman.

Vespa tipe S ini sudah dilengkapi dengan mesin yang computerized. Hal ini saya ketahui ketika suatu hari ada montir yang memeriksa Vespa ini dengan cara menyambungkan mesinnya ke sebuah laptop. Tampaknya dari laptop tersebut, sang montir bisa mendiagnosa kondisi mesin dan memberikan rekomendasi perbaikan jika diperlukan.

Untuk menyalakan Vespa ini, satu-satunya cara yang bisa dilakukan ialah dengan starter elektrik. Menyalakannya pun tak bisa langsung, melainkan harus menunggu dulu sekitar 2 detik sejak kunci kontak diputar hingga lampu indikator yang berwarna orange mati. Sebelum menekan starter elektrik, tuas rem sebelah kiri juga perlu ditarik agar mesin bisa menyala. Pastikan penyangga samping dalam keadaan terlipat, atau mesin juga tidak akan menyala.

Untuk sistem proteksi, konon kabarnya Vespa tipe S ini sudah dilengkapi dengan immobilizer system sehingga lebih aman dari gangguan pencuri. Kunci kontaknya pun tak sembarangan. Vespa mengeluarkan sebuah kunci khusus yang berisi chip   dan terhubung ke sistem keamanan dan mesin Vespa ini. Jadi kita tak bisa sembarangan membuat kunci duplikat untuk tunggangan yang satu ini. Hehehe…

Konsumsi bahan bakar

Atas saran dealer, saya selalu mengisi bahan bakar untuk Vespa ini dengan Pertamax (bahkan Pertamax Plus, karena hanya itu yang tersedia di SPBU dekat rumah saya). Sekali isi, biasanya sekitar 5 liter sudah cukup membuat tangkinya penuh. Namun saya perhatikan konsumsi bahan bakarnya cukup boros untuk ukuran motor dengan kapasitas mesin 150cc. Dalam seminggu, dengan pemakaian normal dalam kota setiap hari hari, saya bisa mengisi bahan bakar hingga 2 kali. Padahal tadinya saya berharap mesinnya lebih irit dibanding motor lain.

Bagasi

Bagasi terletak di bawah jok dan ukurannya cukup untuk menyimpan sebuah helm ukuran besar. Untuk mengaksesnya, joknya harus dibuka terlebih dahulu dengan kunci (sama halnya jika hendak mengisi bahan bakar karena tutup tangki berada di bawah jok, bersebelahan dengan bagasi). Walaupun aman, tapi karena letaknya mungkin berdekatan dengan mesin, suhu di dalam bagasi tersebut menjadi cukup panas. Apalagi di saat motor sedang melaju. Atas hal ini, saya mungkin tak akan meletakkan barang-barang yang rentan panas ke dalam bagasi Vespa ini.

Asesoris

Sebenarnya asesoris resmi yang tersedia untuk Vespa tipe S ini sudah cukup banyak. Namun hingga hari ini, saya baru membeli sebuah fly screen dan floor mat. Harga asesorisnya tergolong mahal, sehingga untuk membeli asesoris yang lain, saya mesti mati-matian menabung dulu.

Servis

Kebetulan Vespa saya ini belum mencapai jarak pakai 1000 kilometer, sehingga belum saya bawa ke bengkel resmi Vespa untuk servis rutin. Untuk yang satu ini, saya akan berikan update-nya kelak jika si Vespa sudah dibawa ke tempat servis.

Kesimpulan

Sebagai alat transportasi dalam kota, Vespa tipe S ini cukup nyaman dikendarai walaupun bunyi putaran mesin tak terlalu mulus. Yang jelas tongkrongannya keren dan menarik perhatian. Sistem keamanannya cukup canggih. Mudah dikendarai baik oleh laki-laki maupun kaum perempuan. Untuk dipakai bermanuver di jalan raya yang ramai, Vespa ini juga cukup mumpuni.

Yang agak mengganggu adalah konsumsi bahan bakarnya yang menurut saya cukup boros untuk ukuran motor dengan kapasitas mesin 150cc. Tangki bahan bakarnya hanya bisa menampung sekitar 5 – 6 liter saja sehingga saya harus bolak-balik isi bensin.

Overall, Vespa adalah Vespa. Dia bukan sepeda motor biasa. Ada perasaan yang berbeda ketika menunggangi Vespa ini, yang tak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Review: Vespa S 150ie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s