pelajaran dari perombakan pucuk pimpinan Apple

Berita heboh hari ini adalah pengumuman tentang perombakan jajaran eksekutif Apple yang paling tidak bisa dirangkum menjadi 2 bagian besar:

  1. Keluarnya Scott Forstall dan John Browett dari perusahaan tersebut
  2. Pembagian kembali wewenang dan tanggung jawab kepada para eksekutif Apple yang lain

Forstall, komandan iOS dan orang yang sudah bertahun-tahun bekerja dengan Apple dan Steve Jobs sejak era NeXT, kabarnya “dipaksa” mengundurkan diri karena terlalu banyak berkonflik dengan tokoh kunci Apple yang lain, terutama dengan Jony Ive, si dedengkot desain. Sedangkan Browett, yang baru bergabung dengan Apple sejak bulan April 2012 yang lalu terpaksa harus didepak keluar karena masalah kinerja – Tim Cook telah salah memilih orang untuk duduk memimpin bagian retail.

Jony Ive kini bertanggung jawab penuh atas urusan desain, baik itu untuk hardware maupun software. Eddy Cue ketambahan tugas untuk membenahi Siri dan Maps. Craig Federighi akan mengendalikan segala urusan sistem operasi, baik itu OS X maupun iOS.

Bob Mansfield yang belum jadi pensiun akan diserahi tugas memimpin divisi Technologies, yang konon kabarnya sedang mengerjakan proyek-proyek ambisius Apple.

Eksekutif Apple yang lainnya tidak mendapatkan perubahan tanggung jawab. Phil Schiller tetap akan menjadi orang nomer satu untuk urusan Marketing. Begitu juga dengan Peter Oppenheimer, sang Chief Financial Officer, dan Bruce Sewell yang mengurusi masalah hukum dan legal.

Dari perubahan organisasi puncak di Apple ini, paling tidak ada beberapa hal yang bisa kita ambil pelajarannya:

  1. Keharmonisan dalam tim itu penting sekali. Semua orang tahu bagaimana Forstall begitu berjasa dalam membesarkan iOS hingga menjadi seperti sekarang ini. Tapi sayangnya sepak terjangnya sering membuat friksi dalam tim management Apple. Sebagai CEO, Tim Cook tak mau mengambil resiko karena kalau hal itu dibiarkan terus, kinerja Apple secara keseluruhan bakal terganggu. Sumber ketidakharmonisan (dalam hal ini adalah Forstall) ditendang keluar dari tim sebelum kinerja tim dan kerjasama antar anggota tim rusak. Cook tahu bahwa tim yang harmonis adalah kunci dalam menggapai tujuan.
  2. Serahkan pada ahlinya. Slogan ini bukan hanya milik Bang Foke, melainkan bisa diterapkan pada organisasi mana pun. Urusan desain iOS yang dulu masih di bawah kekuasaan Forstall, kini diserahkan sepenuhnya kepada ahli desain Apple, Jony Ive.
  3. Pembagian tugas berdasarkan fungsi. Dalam era Steve Jobs, Apple dikenal sebagai sebuah organisasi yang sangat radikal dan terfokus pada sang CEO. Tapi kini Tim Cook kelihatannya mulai mengubah organisasi Apple menuju ke arah pembagian tugas yang lebih fungsional. Kita lihat bagaimana sekarang segala macam urusan desain diserahkan ke Ive. Lalu untuk urusan sistem operasi semua akan dipegang oleh Federighi. Eddy Cue akan bertanggung jawab penuh untuk seluruh layanan yang ditawarkan oleh Apple kepada konsumen. Namun, kita belum tahu apakah perubahan desain organisasi ini akan berdampak baik atau buruk bagi Apple ke depannya.
  4. Segera perbaiki kesalahan. Keputusan Tim Cook untuk merekrut John Browett, mantan orang nomer satu perusahaan ritel Inggris, Dixons, terbukti sebagai sebuah kesalahan. Browett telah melakukan beberapa kali blunder saat memimpin divisi Retail sejak dia bergabung pada April 2012. Tak ingin berlarut-larut, Cook memutuskan untuk memecat Browett dan segera mencari penggantinya untuk mengurusi bisnis ritel Apple di seluruh dunia.

Menarik, ya? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s