review: day one app

Sebenarnya sudah lama, lamaaaa sekali saya ingin menulis tentang aplikasi yang satu ini. Tapi entah kenapa selalu mentok paling banyak 2 paragraf saja lalu mandeg. Agak ironis, soalnya aplikasi Day One yang akan saya bicarakan di sini ini justru berkaitan dengan urusan tulis menulis. Bukan dalam artian menulis sebuah tulisan yang bisa dikonsumsi oleh orang lain sih, karena Day One ini dibuat sebagai aplikasi journal atau bahasa yang lebih awamnya semacam buku harian digital.

Sebelum menggunakan Day One, saya tak pernah menulis buku harian atau jurnal apapun. Dulu saya berpikir menulis buku harian itu tidak macho banget, soalnya waktu kecil biasanya yang rajin menulis diary itu teman-teman cewek. Padahal sebenarnya kan tidak demikian ya, karena banyak tokoh-tokoh besar dunia yang rajin menulis buku harian. 🙂

Oke, kembali ke Day One. Aplikasi ini tersedia untuk Mac OS X dan iOS. Sebagai sarana penyimpanan awannya, pengguna bisa memilih untuk menyimpan data ke iCloud maupun Dropbox. Dengan fitur ini, pengguna bisa mengakses entry-entry yang sudah ditulis dari iPhone, iPad ataupun Mac sekaligus.

Di balik antarmukanya yang cukup sederhana, Day One menyimpan beberapa fitur yang menarik. Setiap entry bisa dibedakan menurut tanggal dan waktu. Pengguna juga bisa menambahkan foto, informasi lokasi dan kondisi cuaca pada saat sebuah entry dibuat.

Supaya tidak lupa untuk menulis catatan harian setiap hari, Day One juga dilengkapi dengan fasilitas reminder. Sebagai pendukung aspek kerahasiaan, pengguna bisa melindungi data dengan password sehingga aplikasi ini tidak bisa dibuka oleh sembarang orang. Malu juga ya kalau curhatan pribadi kita oleh orang lain. 🙂

Pengalaman menggunakan Day One

Hingga hari ini, sudah ada 222 entry yang saya tulis selama kurun waktu 180 hari atau sekitar 6 bulan. Sejauh ini sih saya belum pernah melewatkan sehari pun tanpa menuliskan sesuatu pada Day One.

Bagi saya menulis sebuah entry atau catatan harian tak perlu panjang-panjang. Ikuti mood saja. Kalau sedang ingin mengoceh, ya tulisan bisa agak panjang. Kadang malah lebih panjang daripada tulisan di blog. 🙂

Tapi kalau sedang tak ingin banyak bercerita, saya hanya menulis secukupnya saja. Contoh entry yang sederhana:

  • Pagi: lari pagi, sarapan bubur
  • Siang: jalan-jalan ke mall
  • Malam: nonton berdua sama si Bunda

Pengalaman menulis jurnal ternyata cukup mengasyikkan lho. Apalagi saat membaca entry-entry lama, refreshing sekali.

Bagi yang belum pernah mencoba menulis jurnal atau buku harian, silakan dicoba. Entah menggunakan pulpen dan buku catatan ataupun dengan aplikasi semacam Day One ini. Syukur-syukur bisa konsisten menulis hingga tua. 🙂

One thought on “review: day one app

  1. Thanks buat artikelnya mas, Baru kemarin saya mengunduh applikasi Day One ini. Keinginan saya untuk menuliskan unek – unek di pikiran saya terjawab oleh applikasi ini.

    Setelah dipelajari lebih lanjut ternyata juga dapat berfungsi sebagai photo book.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s