diserang monyet

Hingga saat ini, masih banyak sekali monyet-monyet liar yang hidup dan berkembang biak di sekitar kompleks perumahan saya. Mereka tinggal di hutan-hutan mini yang melingkari kompleks ini. Biasanya, secara bergerombol, monyet-monyet itu juga menyambangi perumahan warga untuk mencuri buah-buahan yang ada di halaman rumah. Kadang pakaian yang dijemur juga menjadi sasaran keisengan primata tersebut.

Gerombolan monyet yang berseliweran di jalan dan rumah-rumah adalah pemandangan yang biasa bagi para penghuni kompleks. Tapi akhir-akhir ini, kondisi seperti ini agak mengkhawatirkan karena beberapa jenis kelompok monyet dikabarkan pernah menyerang manusia!

Dan kemarin sore saya mengalami sendiri hal itu.

Begini ceritanya: saya sedang jogging keliling kompleks dengan rute yang biasa saya lalui, melewati rumah-rumah dan jalanan aspal. Saya memang sering melewati gerombolan monyet yang sedang berkeliaran. Biasanya sih mereka yang langsung lari atau segera menjaga jarak begitu melihat saya. Tapi kali ini agak lain. Saya baru berlari sekitar 1 kilometer ketika menjumpai gerombolan ini.

Sebagian besar monyet-monyet itu memang berlarian begitu saya mendekati gerombolan mereka. Tapi sekitar 3 ekor dari mereka langsung memasang ancang-ancang untuk menyerang saya. Posisi tubuh mereka sudah seperti melihat musuh yang harus segera dihabisi. Dari mulut monyet-monyet itu muncul suara menggeram tanda kemarahan.

Secara refleks saya langsung memperlambat lari saya dan mengambil sikap siaga. Begitu ketiga ekor itu maju, saya langsung merunduk berpura-pura mengambil batu. Berhasil! Mereka langsung mundur sedikit, namun tetap dalam posisi yang agresif.

Pelan-pelan saya meneruskan langkah sambil terus berjaga siapa tahu mereka menyerang kembali. Baru beberapa langkah, tiba-tiba dari arah yang berlawanan muncul seekor monyet lagi yang bertubuh lebih besar dan tampak lebih agresif. Suara menggeramnya pun lebih keras. Mungkin ini kepala suku mereka.

Terus terang jantung saya terasa seperti mau copot saat itu. Tapi saya berusaha tenang. Beberapa detik kemudian si kepala suku maju beberapa langkah dengan cepat. Spontan saya langsung mengulangi gerakan mengambil batu tadi. Kali ini taktik tersebut tidak berhasil karena si kepala suku tak menyurutkan langkahnya mendekati saya.

Kira-kira saat jarak kami hanya terpisah 2 meter saja, tiba-tiba saya melihat ada ranting pohon jatuh yang tergolek satu meter di sebelah kanan saya. Dengan cepat segera saya raih ranting tersebut dan langsung saya kibas-kibaskan ke arah si kepala suku tadi.

Alhamdulillah kibasan ranting pohon kering tersebut ternyata mampu membuat monyet besar itu mundur beberapa langkah. Mungkin dia mikir juga, kalau kena sabetan ranting itu, anak-anaknya bisa jadi monyet yatim.

Saya terus berlari-lari kecil meninggalkan gerombolan monyet jahanam tersebut, sambil terus menggenggam ranting pohon tadi. Berjaga-jaga siapa tahu diserang lagi. Hingga jarak 10 meter saja, para jagoan itu masih memasang tampang agresif hendak menyerang. Akhirnya saya terus melanjutkan lari dengan ranting pohon di tangan.

Rencana lari 5 kilometer sore itu bubar karena rute-rute yang akan saya lalui ternyata dipenuhi gerombolan-gerombolan monyet lain yang jumlahnya cukup banyak. Ya daripada terjadi pertumpahan darah, lebih baik saya yang mengalah demi perikehewanan. Kasihan juga hidup mereka masih susah.

Lesson learned: Jangan mendekati gerombolan monyet lagi kalau lari. Lebih baik menghindar.

2 thoughts on “diserang monyet

  1. Wuanjir serem amat om…ditempatku juga hampir sama..malah di rumah temen ada yg sampe masuk rumah.. Yg berani biasanya yg badannya agak besar..mirip2 babon..ekornya pendek…

    1. wah sama ya…nah kalo di tempatku yg kayak babon itu malah kalem dan damai. gak pernah mengancam2. yg galak itu justru yg kecil. 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s