masih tentang sepakbola

Tiga hari berturut-turut, sejak hari Senin hingga Rabu, saya berpartisipasi dalam sebuah turnamen kecil sepakbola antar department. Ada 4 tim yang berlaga dengan menggunakan sistem setengah kompetisi. Melelahkan? Jelas iya, karena kami harus bermain setiap hari. ๐Ÿ™‚

Tim saya termasuk tim yang pas-pasan dari segi materi pemain maupun persiapan. Sebagian besar pemain kami bukan "pemain" yang rutin bermain sepakbola setiap minggu, termasuk saya sendiri. Tapi kami tetap optimis menghadapi turnamen ini. Target juara satu sudah dihujamkan dalam-dalam ke dada. Kami siap bertempur habis-habisan!

Pertandingan pertama, tim kami sempat unggul terlebih dahulu dengan 1 gol yang dilesakkan dengan mantap sekali oleh striker kami. Hingga hampir turun minum, pemain-pemain bertahan kami (termasuk saya sebagai bek kiri) masih sanggup meladeni gempuran-gempuran tim lawan. Namun akhirnya, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1.

Usai istirahat babak kedua, stamina para pemain tim kami justru mulai menurun. Pertahanan mulai kedodoran. Aliran bola pun tak lancar mengalir dari belakang ke lini depan. Akibatnya pihak lawan berhasil menyarangkan tiga gol lagi dan membuat pertandingan berakhir dengan skor 1 – 4 untuk kekalahan tim kami.

Hari kedua, yang menjadi lawan kami adalah tim terkuat pada turnamen ini, yang tak hanya selalu turun dengan kekuatan penuh, tapi juga ditaburi bintang-bintang sepakbola lokal. ๐Ÿ™‚

Sehari sebelumnya mereka mengalahkan tim lawan dengan skor 3 – 0. Kali ini kami bertekad untuk bermain ngotot dan mengimbangi permainan mereka. Hasil imbang sudah sangat bagus buat kami.

Pada awal-awal pertandingan, kami cukup bisa meladeni permainan mereka. Terbukti setelah mereka menjebloskan bola ke gawang kami terlebih dahulu, striker kami mampu menyamakan kedudukan 3 menit kemudian. Skor sementara 1 – 1 , pede kami mulai terbangun.

Sayangnya stamina dan koordinasi antar pemain tak bisa dipertahankan cukup lama. Hingga peluit babak pertama berakhir, kedudukan sudah berubah menjadi 4 – 1 untuk keunggulan tim lawan.

Babak kedua, tim kami makin jadi bulan-bulanan tim lawan. Skor akhir menjadi 7 – 1 untuk kemenangan mereka. ๐Ÿ˜ฆ

Hari terakhir, lawan kami bisa dibilang adalah tim terlemah dalam turnamen ini. Kami betul-betul optimis bisa membantai mereka. Nyatanya mereka juga datang hanya dengan 8 pemain. Pertandingan pun dimulai dengan pemain seadanya.

Tim kami yang bermain dengan 11 orang tentu dengan mudah menguasai jalannya pertandingan. Gol demi gol dilesakkan ke gawang tim lawan. Saya yang terlambat datang hanya menonton dari pinggir lapangan dan bersiap main pada babak kedua saja.

Ketika peluis wasit dibunyikan sebagai tanda babak pertama berakhir, skor sudah 4 – 0 untuk tim kami.

Mungkin melihat kondisi yang tidak menguntungkan dan tidak ada harapan untuk menang, tim lawan menyatakan menyerah dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan ke babak kedua. Itu artinya 3 poin untuk tim kami sekaligus menempatkan kami pada posisi ketiga dalam turnamen ini. ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s