7 Pelajaran dari Serial Breaking Bad

Sudah pernah menonton serial TV Breaking Bad? Bagi yang belum, silakan dicari dan ditonton dulu. Bagi yang sudah, ya baguslah. Mungkin nanti bisa mengoreksi atau menambahi posting saya ini.

Bagi saya, serial televisi tersebut memang lain daripada yang lain. Isinya tidak melulu menegangkan, tapi juga selalu bikin penasaran dan bikin lemas. Selain itu, akting-akting para pemain pendukungnya hampir semuanya ciamik. Tak heran serial ini dinobatkan sebagai salah satu serial televisi terbaik dan tersukses sepanjang masa di negara asalnya sana, Amerika Serikat.

Saya sendiri sudah menonton mulai dari season 1 hingga season terakhir (season 5), tapi masih season 5 bagian pertama. Jadi belum benar-benar tuntas karena saya menonton melalui Netflix dan bagian terakhir tersebut (yang terdiri atas beberapa episode) belum ditayangkan, terpaksa saya harus sabar menunggu hingga beberapa minggu atau bulan lagi. Kabarnya season finale-nya benar-benar mengobok-obok emosi dan di luar dugaan.

Dari kelima season yang sudah saya nikmati, saya bisa menarik beberapa pelajaran yang cukup berharga (halah):

  1. Mencintai keluarga sepenuhnya tanpa syarat. Alasan utama Walter White si tokoh utama memutuskan untuk menjadi pembuat Meth (sejenis obat terlarang) adalah karena dia sangat mencintai keluarganya. Dia tak mau keluarganya menjadi susah hidupnya jika dia meninggal nantinya. Kecintaan pada istrinya pun tak berubah walaupun si istri terang-terangan berselingkuh dengan bosnya. Dia adalah potret seorang kepala keluarga yang mengutamakan keluarga di atas segalanya.
  2. Jika ingin membuat produk, buatlah produk yang terbaik. Walter White berhasil membuat Meth dengan kemurnian yang paling tinggi sehingga sangat diminati walaupun harganya mahal. Itu pulalah yang membuatnya bisa mempunyai bargaining position yang tinggi ketika harus berhadapan dengan para kartel atau pengedar-pengedar kelas kakap. Dalam kehidupan nyata, hal yang sama akan berlaku. Jika kita melakukan atau menghasilkan sesuatu yang terbaik di tempat kerja maupun di dunia usaha, maka kita juga akan mendapatkan posisi tawar yang tinggi dan dipandang dengan penuh respek oleh orang lain.
  3. Negosiasi adalah kunci. Ini masih berhubungan dengan poin nomer 2 di atas. Jadi setelah kita mampu menunjukkan bahwa kita bisa melakukan sesuatu yang orang lain tidak bisa lakukan, bernegosiasilah dengan baik sebelum memulai sebuah pekerjaan atau proyek. Berpikirlah out of the box, jangan terpaku dengan tawaran yang sudah ada atau yang normatif. Dalam serial ini, Walter White beberapa kali bernegosiasi dengan partner-nya Jessie Pinkman maupun dengan para kartel obat bius supaya dia bisa mendapatkan imbal balik yang lebih baik.
  4. Pilihlah rekan kerja dengan tepat. Partner abadi Walter White dalam serial ini adalah si pemuda tengik nan keras kepala Jessie Pinkman. Dia adalah mantan murid Walter saat masih sekolah dan bukanlah seorang murid yang pandai. Dia juga seorang pecandu. Keduanya kerap kali berseteru, bahkan Jessie pernah nyaris membunuh Walter. Tapi dalam hal pekerjaan (baca: membuat Meth), Walter tahu bahwa peran Jessie tak tergantikan. Saat memulai usaha, seringkali kita menemukan bahwa partner bisnis kita kurang cocok dengan kita sehingga menghambat laju bisnis yang sedang kita rintis. Nasihat terbaik dari Walter: segera ganti orang tersebut dengan orang lain yang lebih cocok dengan kita, yang bisa melengkapi kita.
  5. Know when to quit. Paling tidak ini yang tonton hingga season 5 bagian pertama ya. Entah kalau ternyata Walter kembali membuat Meth pada bagian kedua nanti. Sebenarnya istri Walter sudah sering mendesak agar Walter berhenti menjadi pembuat Meth, namun setelah Walter merasa bahwa apa yang dia cari dan dia kejar sudah didapat, dia akhirnya memutuskan untuk berhenti. Dalam kehidupan, kita sering dihadapkan pada pilihan untuk terus melanjutkan pekerjaan atau bisnis yang sekarang kita lakukan atau berhenti. Pilihan untuk berhenti seringkali bukan sesuatu yang mudah untuk dipilih, tapi kita tahu at some point kita mesti mengambilnya.
  6. Sebisa mungkin jangan mengandalkan bantuan dari orang lain. Walter White adalah seorang yang tidak suka mendapatkan belas kasihan dari orang lain. Ketika dirinya butuh banyak dana untuk pengobatan kanker-nya, dia sama sekali tidak suka dengan tawaran dari salah satu sahabatnya yang kaya raya untuk membantu biaya pengobatannya. Dia juga tak berkenan ketika anak lelakinya membuat sebuah website untuk menggalang donasi bagi Walter. Bagi Walter, lebih baik dia mati ketimbang harus menengadahkan tangan dan berharap bantuan dari orang. Memang seringkali kita tak bisa menolak uluran tangan dari kerabat ataupun keluarga kita, tapi jangan sampai mengandalkan bantuan tersebut.
  7. Diversifikasi usaha. Kalau yang ini saya ambil dari tokoh yang lain yaitu Gustavo Fring. Dia adalah pengedar besar yang mempekerjakan Walter dan Jessie di pabrik Meth mini miliknya. Untuk menutupi bisnis terlarangnya tersebut, Gus juga memiliki jaringan makanan siap saji dan usaha laundry. Mungkin dia juga punya beberapa bisnis lain yang tidak diceritakan dalam serial ini. Tapi intinya, diversifikasi usaha itu penting untuk menjaga aset kita. Jika salah satu bisnis atau usaha kita bangkrut, kita masih punya bisnis lain yang mendatangkan uang bagi kita.

Demikian beberapa pelajaran dari serial Breaking Bad. Kalau ada yang ingin ditambahkan, silakan lho ya. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s