Memelihara Anjing

Beberapa hari yang lalu saya dan istri terlibat sebuah diskusi dengan topik yang cukup menarik, yaitu memelihara anjing.

Tentu saja ini adalah sebuah ide yang impulsif. Pertama karena saya bukanlah seorang penggemar hewan. Yang kedua karena ini adalah ANJING, hewan yang menurut ajaran Islam mendapat tempat yang cukup unik karena kenajisan sekaligus kegunaannya.

Saya sendiri pernah punya trauma terhadap anjing karena dulu pernah dikejar-kejar oleh seekor anjing. Untungnya belum sempat digigit. Namun dibalik semua itu sebenarnya saya cukup kagun terhadap kecerdasan dan kesetiaan anjing kepada manusia. Seandainya saya bukan seorang muslim, mungkin sekarang saya sudah memelihara anjing.

Diskusi saya dengan istri diakhiri dengan kesimpulan bahwa anjing memang hewan yang menarik untuk dipelihara namun kami tak mungkin melakukannya, setidaknya untuk saat ini.

Tak berhenti sampai di situ. Saya lantas mencari referensi sebanyak mungkin tentang hukum memelihara anjing dalam ajaran Islam. Dari 90% artikel yang saya baca bisa ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Tak ada larangan dalam memelihara anjing di dalam Al Quran, namun demikian ada beberapa hadits Nabi yang menyatakan larangan tersebut dengan beberapa catatan.
  2. Hampir semua ulama sependapat bahwa memelihara anjing, kecuali dimaksudkan sebagai anjing pemburu, penjaga hewan ternak dan tanaman, adalah haram. Sekali lagi ini berdasarkan hadits Nabi. Dengan demikian, memelihara anjing dengan tujuan selain yang disebutkan di atas tidak diperbolehkan menurut Islam.
  3. Beberapa ulama besar berbeda pendapat mengenai kenajisan anjing. Ada yang berpendapat yang najis adalah air liurnya saja, tapi ada juga yang berpendapat bahwa semua bagian tubuh anjing adalah najis. Najisnya anjing adalah najis besar, sehingga untuk membersihkannya kita harus membasuh bagian yang terkena najis dengan air sebanyak 7 kali lalu sekali dengan pasir atau tanah.
  4. Bahwa anjing (yang dipelihara untuk berburu maupun sebagai penjaga) tidak diperkenankan untuk dipelihara di dalam rumah. Selain karena alasan kebersihan, rumah yang di dalamnya terdapat seekor anjing tidak akan dimasuki oleh malaikat. Ini sesuai dengan sebuah riwayat yang menceritakan bahwa Malaikat Jibril enggan masuk ke rumah Rasulullah karena ada seekor anjing kecil yang bersembunyi di bawah meja. Jibril baru mau masuk setelah anjing tersebut dipindahkan keluar rumah.
  5. Bahwa anjing tetaplah makhluk Allah dan manusia tidak dibenarkan juga untuk memperlakukan anjing dengan tidak berperikeanjingan. Ada juga hadits yang mengisahkan bahwa Rasulullah menyuruh untuk membunuh anjing yang berwarna hitam. Namun ini bukan berarti kita harus membunuh semua anjing berwarna hitam. Sebagian ulama berpendapat bahwa anjing hitam yang diperintahkan untuk dibunuh tersebut adalah setan.
  6. Bahwa amal pahala seorang muslim yang memelihara anjing akan berkurang 1 hingga 2 qirath setiap harinya. Satu qirath itu setara dengan bukit Uhud.

Jadi kesimpulannya, sesuai ajaran Islam, memelihara anjing itu diperbolehkan jika diperuntukkan untuk tujuan yang sudah disebutkan di atas. Kalau hanya untuk disayang-sayang, dijadikan mainan apalagi dipelihara di dalam rumah, amat sangat tidak dianjurkan. 🙂

One thought on “Memelihara Anjing

  1. saya juga trauma dikejar kejar anjing, dulu ketika saya masih usia SD, bermaksud ingin mampir ke rumah teman, namun karena rumah itu sedang kosong, anjinglah yang menyambut sekaligus mengusir saya 😦

    sampai sekarang saya berpikir 2 kali untuk bermain ke rumah pemelihara anjing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s