membuat driving license qatar (bagian I)

Sejak pertama kali mau ke Doha, salah satu yang paling menjadi momok adalah proses pembuatan SIM. Hampir semua teman saya yang sudah tinggal di sini selalu mengatakan bahwa jalan untuk mendapatkan SIM di Doha penuh onak dan duri, berliku dan terjal.

Ada seorang teman yang sampai 4 kali mengikuti tes sebelum akhirnya dinyatakan lulus dan berhak menggondol SIM Qatar. Konon teman saya ini sempat kesal karena setelah 2 kali dinyatakan gagal ujian praktek, si petugas ini hanya bilang, “You fail!”, tanpa menerangkan alasan atau salah teman saya ini apa. Bisa dimaklumi kalau dia menyobek-nyobek formulir penilaiannya sendiri di depan petugas polisinya. Mungkin sambil bilang, “Puas?! Puas?! Puasss?” ke si polisi. Kasihan pak Polisinya…

Sebenarnya sebelum mengikuti ujian SIM, kita bisa mengambil sekolah atau kursus mengemudi di salah satu driving school yang ada di Doha. Biaya kursusnya lumayan mahal. Untuk yang full course 40 sesi harganya QR 2500, yang 25 sesi harganya QR 2000, sedangkan untuk yang sudah berpengalaman menyetir bisa mengambil short course 12 jam seharga QR 1200.

Tapi beberapa teman sih langsung nekad mengambil ujian tanpa ikut sekolah dulu.Alhamdulillah mereka lulus-lulus saja tuh, walaupun sebelumnya sempat merasakan pahitnya dinyatakan fail juga. Kalau mau direct test biayanya sekitar QR 300, sudah termasuk sewa mobil untuk ujian prakteknya.

Baik kursus maupun ujian diadakan di driving school yang sudah diberi ijin oleh pemerintah. Jadi bukan di kantor polisi seperti di Indonesia. Walaupun begitu, yang menilai saat ujian praktek tetap polisi asli.

Teman saya, si Alif, baru bulan lalu sukses mendapatkan SIM Qatar tanpa mengikuti sekolah atau kursus. Dia hanya sempat fail sekali saat ujian praktek, itupun gara-gara kurang pemahaman medan.

Tahapan-tahapan untuk mendapatkan SIM di Qatar singkatnya adalah seperti ini:

  1. Pendaftaran (dengan membawa syarat-syarat kelengkapan)
  2. Signal test (ujian soal-soal teori)
  3. Road test (ujian praktek)
  4. Pengambilan SIM

Saya sendiri baru tadi pagi mencoba mendaftar ke United Driving School, yang letaknya di belakang deretan ruko-ruko di Wholesale Market Street dan juga kebetulan dekat dengan tempat tinggal saya sekarang. Letaknya memang agak tersembunyi dan tidak terlihat dari jalan besar. Saya sempat berputar-putar di sekitar situ beberapa kali sebelum akhirnya menemukan lokasinya.

Saya tiba di situ jam 6.15 pagi. Iya betul, memang sepagi itu. Dan jam segitu, aktivitas didriving school tersebut sudah cukup ramai. Terlihat beberapa mobil yang digunakan untuk ujian praktek sudah berseliweran di dalam area driving school tersebut. Beberapa orang terlihat sedang mengantri di sebuah ruangan, kemungkinan besar mereka sedang menunggu giliran untuk ujian praktek.

Saya berjalan terus hingga tiba di sebuah ruangan yang pintunya masih tertutup. Menurut mas-mas yang saya duga adalah petugas setempat, di balik pintu itulah tempat pendaftaran untuk ujian SIM ini berada. Waktu saya tanya pintunya akan dibuka jam berapa, si mas-mas tersebut hanya menjawab, “Half an hour, just wait here“, sambil berlalu.

Saya pun duduk di sebelah mas-mas lain yang saya duga juga akan mendaftarkan dirinya untuk ujian. Hari masih pagi, namun udara sudah panas dan bikin gerah. Keringat mulai membasahi tubuh indah saya. Kerongkongan pun mulai kering. Padahal masih setengah jam lagi sebelum bisa masuk ke ruangan pendaftaran. Andai tahu bakal seperti ini, pasti saya akan bawa bekal minuman. Akhirnya, saya tetap bertahan duduk di situ ditemani oleh peluh dan dahaga.

Tepat pukul 7, pintu ruangan tadi dibuka dari dalam. Orang-orang yang dari tadi sudah menunggu di depan pintu langsung berebut masuk ke dalam ruangan ber-AC tersebut, termasuk saya sendiri. Masya Allah, nikmat sekali rasanya berada di dalam ruangan ber-AC ya. Surga dunia.

Karena ada 3 loket yang melayani para calon peserta ujian, waktu tunggu antrian tidak terlalu lama. Giliran saya tiba saat saya masih terbuai nikmatnya udara sejuk di ruangan itu. Yang melayani saya adalah seorang petugas perempuan bercadar hitam. Saya hanya bisa melihat matanya saja.

Persyaratan-persyaratan sudah saya lengkapi, antara lain:

  1. Fotokopi SIM A (Indonesia)
  2. Fotokopi Visa dan tanda pengenal (bisa Qatar ID atau passport)
  3. Surat dari sponsor
  4. Surat keterangan tes mata (dari optik)
  5. Pas foto ukuran passport sebanyak 2 lembar

Si petugas bercadar hitam pun segera memeriksa kelengkapan saya lalu meminta saya untuk menggesek kartu ATM untuk biaya pendaftaran sebesar QR 50. Dari situ, saya dipersilakan untuk ke ruang sebelah dan menunggu giliran untuk signal test.

Bersambung ke bagian II.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s