jangan mengandalkan GPS atau peta elektronik

Karena saya belum memiliki SIM Qatar, untuk bisa mengendarai mobil, saya harus memiliki SIM Internasional yang bisa diurus di Indonesia. SIM internasional ini sifatnya sementara saja, berlaku sampai kita memiliki resident permit atau ijin tinggal di Qatar. Proses pembuatan resident permit saya sedang berjalan sekarang. Mudah-mudahan dalam 2 minggu ke depan saya sudah bisa memiliki resident permit Qatar.

Nah, saat resmi menjadi pemegang resident permit itulah konon kabarnya SIM internasional kita sudah tak berlaku lagi. Itulah sebabnya saya berpacu dengan waktu supaya saya bisa segera memegang SIM Qatar dan sah di mata hukum dapat mengendarai mobil di sini.

Sementara menunggu semua proses itu, tentu saya bisa tetap mengandalkan SIM internasional. Saya menyewa sebuah Chevrolet Aveo dengan tarif QR 1995 per bulan. Lumayan, paling tidak untuk ke kantor dan untuk keperluan-keperluan lain, saya tak tergantung kepada taksi yang tarifnya lumayan mahal dan tentu saja tak fleksibel waktu penggunaannya. Dengan menyewa mobil, saya bisa kapan saja pergi ke mana saja. Hitung-hitung sekalian membiasakan diri dengan setir kiri dan kondisi lalu lintas di Doha yang perlu nyali besar ini.

Tadinya saya menganggap mengendarai mobil di Doha bisa terbantu dengan alat GPS atau peta elektronik lain semacam Google Maps atau Apple Maps. Namun ternyata saya salah besar karena terbukti saya berkali-kali harus kesasar gara-gara peta-peta elektronik tersebut. Kok bisa?

Qatar adalah negeri yang sedang sangat giat dalam membangun. Kita bisa melihat di mana-mana ada pembangunan. Di mana-mana ada crane. Di mana-mana ada perbaikan jalan atau pembangunan jalan baru. Seringkali kondisi real di lapangan belum terupdate di peta elektronik akibat saking cepatnya perubahan yang terjadi.

Misalnya, ketika di GPS atau Google Maps menampilkan ada roundabout di depan kita, namun kenyataannya roundabout sudah berubah menjadi persimpangan dengan lampu lalu lintas.

Atau yang lebih parah lagi ketika jalan yang dianjurkan oleh si GPS itu sudah tidak ada lagi dalam kehidupan nyata karena sudah dialihkan atau diganti dengan jalan baru! Dan itu beberapa kali terjadi pada saya sendiri. Akibatnya si GPS bingung karena tiba-tiba mobil saya bisa berjalan menerobos perumahan atau gurun pasir. Padahal kenyataannya sudah ada jalan baru yang dibangun dan itu belum masuk ke dalamupdate peta di GPS.

Kalau sudah begini, biasanya saya sudah tak mengandalkan GPS lagi. Lebih baik saya baca saja petunjuk-petunjuk jalan yang ada, walaupun seringkali saya juga tak yakin apakah saya sudah mengambil rute yang benar atau belum. Yang penting hajar dulu,bleh!

Solusinya ya rajin-rajinlah mengupdate peta di GPS. Atau kalau menggunakan Google Maps atau Apple Maps, ya berharap saja peta mereka cukup rajin di-update.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s