pelayanan pelanggan

Pernah tidak puas atas pelayanan customer service di Indonesia? Penyebabnya bisa karena pelayanan mereka yang lambat, atau karena petugasnya kurang kompetenatau cara mereka melayani tidak ramah.

Di sini bersiaplah untuk menemui ketiganya penyebab tersebut dalam satu paket. Terutama kalau petugasnya kebetulan adalah Qatari atau orang India. Kalau orang Filipino biasanya mereka lebih kompeten dan ramah. Maaf ya bukan bermaksud rasis namun memang demikianlah adanya.

Suatu hari saya mendatangi counter Ooredoo, salah satu penyedia jasa seluler di Qatar, untuk melakukan perubahan paket data saya. Setelah menunggu sebentar, saya dipersilakan untuk menemui seorang petugas CS pria yang saya duga adalah Qatari (saya lihat dari namanya). Dari mulai kata pertama yang terucap dari mulutnya hingga saya selesai berurusan dengan dia, tak ada sesungging senyuman pun terlihat dari mukanya. Cara dia melayani pun seperti orang yang tidak berniat membantu. Selama dia menghadapi saya, sesekali tangannya asyik mengetik laptop yang ada di hadapannya, tapi bukan untuk mencari informasi yang saya tanyakan.

Kebetulan saya hanya membawa uang pecahan QR 500 waktu itu. Ketika saya menyerahkan uang itu untuk membayar, dia bilang dia tak punya kembalian, tetap dengan tampang yang minta ditabok. Saya bilang, saya juga tidak bawa uang lagi selain pecahan itu. Lalu dia berbicara sebentar kepada temannya yang ada di countersebelah. Setelah itu dia berkata kembali kepada saya, “You pay there”, sambil menunjuk ke temannya tadi dan menyuruh saya beranjak dari kursi saya untuk pindah ke counter sebelah yang jaraknya hanya 1.5 meter.

Saya jawab ke dia, “No, you get me the change, I’ll wait here”, lalu setelah terdiam beberapa saat dia pun beringsut ke counter temannya itu untuk mengambil kembalian. Singkatnya saya tidak merasa diperlakukan sebagaimana layaknya seorang pelanggan.

Itu hanya salah satu contoh saja bagaimana “parahnya” pelayanan terhadap pelanggan di sini. Sebagai pendatang yang akan tinggal dan bekerja di Qatar, mau tidak mau saya harus terbiasa dengan hal-hal seperti ini, terutama jika berurusan dengan bagian pelayanan pelanggan, baik itu di pemerintahan maupun di sektor swasta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s