membuat driving license qatar (bagian III)

Setelah menunggu 3 minggu, akhirnya pada tanggal 10 September yang lalu, saya mengikuti ujian praktek berupa parking test atau ujian untuk memarkir kendaraan. Sebenarnya pada hari yang sama saya juga mengikuti road test atau ujian mengendarai kendaraan di jalan raya, namun karena bentrok dengan jadwal kegiatan yang lain, road test-nya saya minta untuk diundur 3 hari setelah parking test.

Ujian parkir ini terbagi atas 2 bagian, yang pertama adalah L-parking di mana peserta akan diminta untuk mengendarai mobil dalam sebuah jalur berbentuk huruf L dan agak menanjak, dan kemudian diminta untuk memundurkan mobil dan mengembalikannya ke tempat semula. Bagian kedua adalah pocket parking atau orang biasa menyebutnya juga sebagai parallel parking, di mana peserta akan diminta untuk memarkir mobil secara paralel.

Saya berhasil melewati kedua jenis ujian parkir tersebut karena sebelumnya saya sudah mendapatkan tips & tricks dari teman-teman. Seorang petugas polisi memberikan selembar formulir penilaian yang menyatakan saya lulus ujian parkir ini dan untuk selanjutnya saya diharuskan mengikuti road test.

Tiga hari setelah ujian parkir, saya kembali mendatangi tempat ujian sejak jam 5 pagi. Saya pikir makin pagi saya datang, maka makin cepat juga giliran saya untuk mengikuti ujian ini. Namun ternyata saya salah, karena saya baru dipanggil untuk masuk ke dalam mobil sekitar jam 8.45!

Saya masuk ke mobil yang digunakan untuk melakukan road test bersama dengan 2 peserta lainnya serta seorang petugas polisi yang akan melakukan penilaian terhadap kami bertiga. Kami mengendarai mobil tersebut di jalan raya secara bergantian.

Kebetulan saya mendapatkan giliran yang terakhir. Setelah peserta kedua selesai dan meminggirkan mobil tersebut, saya lalu masuk ke belakang kemudi dan menyetel kembali kaca spion dan posisi tempat duduk. Lalu, dengan berhati-hati saya lalu mulai menjalankan mobil tersebut.

Baru berjalan beberapa ratus meter, saya harus mengendarai mobil itu di belakang sebuah truk besar yang berjalan lambat. Saya berpikir kalau harus menunggu terus di belakang truk ini, mungkin si polisi akan menilai saya belum mahir mendahului kendaraan lain atau overtaking. Maka, dengan penuh percaya diri saya pun menyalip truk besar tersebut sebelum akhirnya saya memasuki roundabout yang pertama.

Rute yang kami lalui pagi itu memang melalui banyak sekali roundabout. Saya diberitahu bahwa kunci saat melewati sebuah roundabout adalah selalu lihat ke sebelah kiri (karena di Qatar kemudi ada di sebelah kiri dan kendaraan berjalan di sisi kanan) dan terus maju jika tak ada kendaraan dari sebelah kiri. Saya pun berhasil melewati 5 atau 6 roundabout dengan lancar dan percaya diri.

Setibanya kembali di tempat ujian, para peserta masih harus menunggu hasilnya kurang lebih sejam. Selama menunggu saya sudah merasa bahwa diri saya akan lulus dalam road test ini karena menurut saya ujian tadi bisa saya lewati dengan lancar.

Kurang lebih pukul 10 pagi, seorang petugas keluar dari sebuah ruangan dan mulai berteriak-teriak memanggil-manggil nama para peserta pagi itu yang jumlahnya mungkin mencapai 30 orang lebih. Ketika nama saya dipanggil, saya pun segera mengambil formulir penilaian saya hanya untuk mengetahui bahwa saya dinyatakan GAGAL.

Awalnya saya tak percaya. Pada formulir yang ditulis dalam tulisan Arab tersebut, ada 6 tanda silang yang saya duga merupakan bagian yang tidak berhasil saya lalui dengan benar. Tapi tentu saja saya belum tahu bagian mana saja itu karena semuanya tertulis dalam tulisan Arab. Saya pun langsung menuju ke kasir untuk melakukan penjadwalan ulang terhadap road test berikutnya. Saya mendapatkan jadwal sebulan kemudian.

Sesampai di kantor, saya minta tolong teman saya untuk menerjemahkan tulisan-tulisan dalam formulis penilaian tadi. Dari situ saya tahu bahwa saya gagal pada bagian:

  • Overtaking (iya, pasti gara-gara menyalip truk lambat itu)
  • Tidak fokus saat mengendarai
  • Tidak mampu mengontrol kendaraan
  • Tidak menjaga jarak yang aman dengan kendaraan di depan
  • Tidak memperhatikan rambu-rambu lalu lintas
  • Tidak berpindah dari lajur kiri – kanan secara benar

Terus terang saya tidak paham kenapa saya dianggap melakukan kesalahan-kesalahan di atas (kecuali yang bagian overtaking). Tapi saya anggap memang saya belum mengendarai kendaraan dengan baik dan benar. Paling tidak saya tahu area mana saja yang perlu saya perbaiki pada road test berikutnya.

Bersambung ke bagian IV.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s