Standar Ganda dan Jari

Beberapa orang yang saya kenal memaklumi sepak terjang FPI dengan alasan walaupun cara mereka seringkali anarkis, namun maksud yang ingin disampaikan itu sebenarnya sesuai dengan ajaran agama. Ditambahkan pula bahwa FPI katanya sering turun membantu masyarakat dan aktif dalam banyak kegiatan sosial. Jadi impaslah, anarkis dan kasar boleh asal rajin membantu sesama dan membela agama.

Sekarang teman-teman saya itu mengkritik keras Ahok karena walaupun jujur (katanya lho ya…hehehe) dan berani melawan ketidakadilan, tapi mulutnya kotor. Apalagi hasil kerjanya (katanya lagi nih) belum ada. Kemudian Ahok dibandingkan dengan pemimpin-pemimpin daerah lain yang berprestasi tapi tak banyak berteriak hingga seluruh rakyat Indonesia tahu.

Saya bukan sedang membela Ahok, bahkan saya setuju sekali dengan pendapat yang mengatakan bahwa  pemimpin itu harus jujur dan tidak berkata kotor. Saya merasa Ahok memang perlu belajar menahan emosinya.

Dalam pengamatan saya, kita memang seringkali tanpa sadar menggunakan standar yang berbeda dalam menilai orang lain. Susah untuk tidak melibatkan nilai yang kita anut dalam melihat suatu masalah dan saya pikir ini sangat manusiawi.

Tapi di atas semua itu, saya percaya bahwa kebaikan itu harus dilakukan dengan cara yang baik pula.

Nah, sebagai rakyat jelata yang cukup aktif menggunakan media sosial, saya mencoba mengingatkan diri sendiri saja supaya makin hati-hati dalam menyimak dan menyebarkan berita. apalagi kalau sudah gatal ingin ikut menuliskan komentar. ingat pepatah: jarimu, harimaumu (dahulu: mulutmu, harimaumu).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s