Catatan Kecil Tentang Kuliner Kepiting di Balikpapan

Balikpapan termasuk salah satu kota di Indonesia yang mengalami pembangunan yang sangat pesat. Setiap kali saya pulang ke sini, selalu ada saja hotel-hotel baru, kompleks perumahan baru, pertokoan baru, dan tentu saja aneka tempat makan yang baru.

Jika dibandingkan dengan 13 tahun yang lalu saat saya pertama kali menginjakkan kaki di kota minyak ini, perkembangan kuliner di Balikpapan sangat terasa baik dari segi keanekaragaman maupun jumlahnya. Masyarakat Balikpapan kini dimanjakan dengan pilihan makanan yang tersebar di penjuru kota. Jadi setidaknya kalau pasangan Anda ditanya mau makan apa dan dijawab: “Terserah!”, Anda punya pekerjaan yang lebih mudah.

Di antara sekian banyak pilihan kuliner yang ada, salah satu yang paling legendaris dan sering dijadikan buah tangan adalah kepiting. Dan di antara beberapa rumah makan yang menyediakan hidangan kepiting di Balikapan, menurut saya hanya ada 2 rumah makan yang posisinya begitu kokoh tak tergoyahkan di puncak kompetisi perkepitingan di kota ini dalam 10 tahun terakhir: Rumah Makan Kepiting Saos Kenari dan Rumah Makan Dandito. Persaingan sekaligus dominasi kedua rumah makan tersebut bisa dianalogikan dengan perseteruan abadi 2 klub di Liga Spanyol: Real Madrid dan Barcelona.

Sebenarnya kedua rumah makan itu menawarkan berbagai macam menu kepiting, namun bagi saya dan keluarga baik Kenari maupun Dandito masing-masing hanya memiliki 1 menu kepiting andalan yang menjadi dasar pertimbangan kami dalam memilih. Kalau sedang ingin menikmati kepiting saos asam manis, maka Kenari-lah pilihannya. Tapi jika kami ingin menjajal kepiting dengan bumbu saos lada hitam, maka Dandito adalah tempatnya.

Kepiting saos asam manis Kenari memiliki cita rasa yang sangat kuat. Saking kuatnya, biasanya kolega saya yang berasal dari Sumatera mengganggapnya terlalu manis seperti sirup ABC sehingga tak terlalu digemari. Padahal kalau menurut saya, aroma dan rasa saosnya itu bagaikan ramuan arak Cina yang dibuat oleh bidadari dari khayangan alias sangat memabukkan. Begitu suapan pertama masuk ke mulut, lidah Anda dijamin akan segera menggelinjang dan bergetar hebat. Jangan sampai lupa juga cocolan saos yang rasanya khas sekali dan membuat kenikmatannya bertambah 27 derajat.

Kalau kepiting lada hitam dari Dandito lain lagi ceritanya. Tingkat kepedasan ladanya pas sekali buat lidah saya, panas tapi tak terlalu menyengat di tenggorokan sehingga tidak menutupi kelezatan aroma daging kepitingnya. Setiap kali pesanan kepiting lada hitam ini datang, saya selalu gagal menahan gelegak air liur. Tampilannya begitu menggoda birahi perut: sebuah dengan 2 – 3 ekor kepiting dengan cangkang berkilau di atasnya yang berkubang lumpur lada hitam yang panas. Jika Anda duduk dalam radius 2 meter dari piring tersebut, niscaya asapnya pun akan berefek layaknya methamphetamine buatan Walter White dan Jesse Pinkman dalam serial Breaking Bad.

Pada kedua rumah makan tersebut, Anda bisa memesan kepiting jantan atau kepiting super yang secara fisik berukuran lebih besar dan memiliki daging yang lebih banyak. Sedangkan kepiting betina sering disebut juga sebagai kepiting telur karena walaupun dagingnya lebih sedikit, tapi mengandung banyak telur yang menempel pada rongga bagian dalam cangkangnya. Telur kepiting biasanya berwarna oranye cerah dengan tekstur seperti kuning telur ayam yang direbus lama sehingga agak keras.

Jika ingin menemukan kenikmatan yang hakiki dalam menyantap hidangan kepiting ini, ada beberapa hal yang amat sangat perlu untuk selalu diingat. Yang pertama, sebaiknya kenakan pakaian yang nyaman. Jangan datang dengan berjubah atau menggunakan jaket kulit tebal karena suhu tubuh Anda akan segera naik begitu Anda menggauli santapan di depan Anda. Jangan pula berdandan terlalu menor, apalagi sampai memakai lipstik seharga Rp.500.000 karena hal tersebut justru mengurangi kekhusu’an Anda dalam beribadah (karena makan makanan yang halal termasuk ibadah).

Yang kedua, kalau tidak perlu-perlu amat, tak usah memesan terlalu banyak menu lain selain kepiting. Memang sih kedua rumah makan tersebut juga menawarkan berbagai pilihan makanan lain seperti ikan, cumi, udang dan sebagainya, Tapi usahakan selalu fokus kepada kepiting dan jangan mudah teralihkan ke menu lain seperti halnya perhatian masyarakat Indonesia yang sering teralihkan dari kisah rumah tangga Nassar – Musdalifah ke isu-isu lain yang tak penting.

Yang berikutnya adalah urusan telepon. Biasanya kita tak mengangkat panggilan telepon jika itu berasal dari tukang kredit, petugas telemarketing, mantan yang belum move-on, ataupun nomer yang tak kita kenal. Mulai sekarang tambahkan satu alasan lagi, yaitu makan kepiting. Mengapa demikian? Demi tercapainya pengalaman makan kepiting yang paripurna, maka haram hukumnya menerima panggilan telepon di tengah-tengah ritual suci melahap daging kepiting dengan tangan yang berlumuran saos asam manis atau lada hitam. Lebih baik lagi jika sebelum makan, Anda memasang status di Facebook atau Twitter bahwa Anda sedang tidak bisa diganggu dalam beberapa menit ke depan. Insha Allah Anda akan makan dalam damai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s