Keluarga Nomaden

Tak terasa sudah 2 tahun lebih sebulan kami sekeluarga bermukim di Doha, Qatar. Buat saya dan istri, ini berarti pecah satu telur lagi karena selama hampir 9 tahun usia pernikahan kami, baru kali ini kami bermukim di suatu tempat lebih dari 2 tahun. Biasanya kami selalu hidup berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, dari satu rumah ke rumah yang lain.

Kami sudah sempat tinggal di 4 kota yang berbeda: Rumbai (Pekanbaru), Balikpapan, Perth dan Doha. Terhitung pula sudah 9 kali kami pindah rumah. Iya berarti selama usia pernikahan kami yang 9 tahun ini, rata-rata kami pindah rumah setahun sekali. 

Terdengar merepotkan dan melelahkan? Iya, memang. Pindahan rumah selalu merepotkan dan melelahkan. Tapi karena ini selalu kami anggap sebagai bagian dari petualangan hidup keluarga kami, semuanya kami bawa enjoy saja. Malah momen pindahan rumah tersebut selalu kami pakai untuk memilah-milah barang-barang rumah tangga yang sudah menumpuk. Biasanya banyak barang yang bisa kita sumbangkan atau terpaksa berakhir di tempat sampah. Dengan cara seperti ini, setidaknya kami sudah berusaha agar barang-barang kami tidak terus menumpuk karena makin banyak barang berarti akan makin repot kalau harus pindahan lagi. 

Saya dan istri sih berharap kita bakal bisa settle di satu tempat suatu saat nanti, namun terus terang sampai saat ini belum ada rencana yang kongkrit dalam waktu dekat. Insha Allah mungkin dalam 2 – 3 tahun ke depan kami bisa mewujudkan cita-cita tersebut. 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s