Berlibur ke Eropa (2017) – Bagian I

Kami baru saja menyelesaikan rangkaian perjalanan ke beberapa negara di Eropa selama 10 hari. Ini adalah pengalaman pertama kali kami melancong ke benua biru.

Dalam perjalanan kali ini, kami menyewa sebuah mobil yang membawa kami melintasi beberapa kota dan negara. Jadi, ini juga pengalaman pertama kali saya menyetir mobil di Eropa, AKAN (antar kota antar negara). Hehe.

Seru dan menyenangkan.

Hari Pertama: Mendarat di Frankfurt, Meluncur ke Hanau

Kami mendarat di bandara Frankfurt sekitar jam 2 siang. Saya langsung mengurus penyewaan mobil yang akan kami gunakan selama liburan ini. Setelah semua beres, kami langsung meluncur ke Hanau, sebuah daerah di luar kota Frankfurt. Kita menginap di sebuah hotel di sebuah desa (atau kota kecil?) di Hanau.

Sesampai di hotel dan setelah beristirahat sejenak, kita berjalan kaki menikmati sore dengan menyusuri jalan-jalan kecil di sekitar hotel. Setelah itu kita makan malam di sebuah rumah makan di dekat hotel.

Kami kembali ke hotel untuk beristirahat, karena esok harinya kami akan melanjutkan perjalanan ke kota lain.

Hari Kedua: Melanjutkan Perjalanan ke Cologne

Saya menyempatkan diri untuk lari pagi sembari menikmati suasana di sekitar hotel di mana terdapat pemukiman penduduk dan ladang-ladang hijau di antaranya. Begitu sunyi dan damai.

Usai sarapan di hotel, kami segera melanjutkan perjalanan ke kota Cologne (Köln) yang berjarak sekitar 2 jam dari tempat kami menginap di Hanau. Sesampai di kota tersebut, kami menyempatkan untuk makan siang di sebuah rumah makan Turki sebelum mengunjungi Kebun Binatang (Köln Zoo). 

Puas mengitari kebun binatang, kami pergi ke Fragrance Museum, di mana kami mengikuti semacam tur yang menjelaskan tentang sejarah Eau de Cologne yang ternyata berasal dari kota ini. Selama tur tersebut, kami diberi penjelasan mengenai perbedaan berbagai macam parfum dan bahan-bahan pembuatnya. Sangat menarik!

Sorenya kami meluncur ke sebuah hotel di sebuah kota kecil bernama Kerpen. Walaupun kotanya kecil, tapi di situ ada berbagai macam rumah makan dan toko-toko besar. Saya bahkan sempat membeli sepasang sepatu Nike AirMax di sebuah toko peralatan olahraga yang terletak di seberang hotel.

Hari Ketiga: Melintasi Batas Antar Negara, Bermalam di Hoofddorp

Seperti hari sebelumnya, saya menyempatkan diri untuk lari pagi menikmati udara segar di Kerpen, blusukan ke ladang-ladang dan kandang-kandang kuda yang banyak terdapat di sekitar hotel tempat kami tinggal. Saya suka dengan kota kecil ini.

Selesai sarapan, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju ke negara tetangga, Belanda. Hotel tempat kami menginap selanjutnya terletak di Hoofddorp, sekitar 20 menit naik kereta ke Amterdam. Saat tiba di hotel, kami belum bisa check-in, sehingga kami hanya bisa parkir mobil saja lalu berjalan ke stasiun kereta yang terletak tak jauh dari hotel.

Amsterdam adalah sebuah kota yang sangat ramai. Lebih ramai daripada yang saya bayangkan sebelumnya. Kami mengikuti sebuah canal cruise tour, yang membawa seluruh penumpang mengitari kanal-kanal. Lumayan sih, walaupun agak membosankan.

Kami berada di pusat kota Amsterdam hingga jam makan malam sebelum akhirnya kembali ke hotel untuk beristirahat dan menyimpan energi untuk keesokan harinya.

Hari Keempat: Lanjut ke Brussels, Mampir di Keukenhof dan Rotterdam

Pagi hari, setelah lari pagi dan sarapan, kami melanjutkan perjalanan dengan tujuan utama ke kota Brussels, Belgia. Namun, kami mampir di taman Tulip paling terkenal di Belanda, namanya Keukenhof. Taman ini sangat ramai dikunjungi orang. Ketika kami tiba di sana, waktu baru menunjukkan pukul 9 pagi, tapi antrian untuk masuk ke dalam area taman sudah mengular. Luar biasa!

Kami menghabiskan sekitar 1 jam berkeliling di dalam taman dan berfoto-foto ria. Maklum, sedang jadi turis nih. Hehehe.

Selesai dari Keukenhof, kami mampir lagi di kota Rotterdam untuk bertemu dengan seorang teman lama, Dino Dinarga beserta keluarganya. Dino sudah setahun lebih tinggal di kota untuk kuliah dan bekerja. Kami makan siang bersama di sebuah rumah makan kecil di pinggiran sebuah sungai (atau kanal?) yang saya lupa namanya.

Setelah berpamitan dengan Dino and family, kami lanjut lagi meluncur ke ibukota negara Belgia, Brussels, yang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan darat mengendarai mobil dari Rotterdam. Kami tiba di hotel saat hari sudah cukup sore, sehingga setelah beristirahat sebentar, kami langsung mencari tempat untuk makan malam. Untuk ke tempat yang dituju, kami menggunakan tram. Akhirnya kami makan di sebuah kedai kecil yang menyediakan masakan Jepang.

Hari Kelima: Berkunjung ke Museum Komik, Bertolak ke Paris

Setelah check-out dari hotel, kami mengunjungi Belgium Comic Museum. Di sini pengunjung bisa melihat dan mempelajari banyak hal tentang perkomikan, mulai dari sejarah komik, metode pembuatan komik, galeri-galeri dari para komikus terkenal di dunia dan banyak lagi. Intinya, museum ini adalah surga bagi para pecinta komik. Kalau ke Brussels, kudu harus wajib datang ke sini.

Tokoh komik Tintin dan Smurf adalah yang paling banyak diangkat di sini, mungkin karena pencipta kedua komik tersebut berasal dari Belgia juga.

Setelah puas menjelajahi museum komik, kami berjalan kaki mencari lokasi Mannekken Pis, patung anak kecil yang sedang pipis dan menjadi ikon kota Brussels. Setelah berputar-putar selama beberapa saat, akhirnya kami berhasil menemukan lokasi patung tersebut. Pantas saja sudah dicari, karena ternyata patung ini memang seperti layaknya patung biasa saja yang ditempatkan di pojokan jalan kecil. Weleh, weleh.

Selepas makan siang, kami langsung menuju ke stasiun kereta. Mobil yang sudah kita kendarai selama 5 hari ini mesti di-drop di sini. Kami ke Paris menggunakan kereta dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Sesampainya di stasiun kereta Paris yang penuh sesak dengan manusia, kami harus berganti kereta untuk menuju ke apartemen tempat kita akan tinggal selama di Paris. Agak perjuangan juga sih, soalnya kami harus menggeret-geret koper yang berukuran cukup besar melalui eskalator dan lift.

Alhamdulillah, kami tiba di apartemen dengan selamat. Pemilik apartemennya ramah dan dia sudah menunggu kami sejak sore, katanya. Apartemennya bagus dan sangat nyaman, sehingga kami bisa beristirahat sebelum menjalani hari berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s